Saturday, May 30, 2015

Bakti sosial di Yayasan Putra Nusa

Nama: Kevin
NIM: 1801403910
Hari: Jum'at
Tanggal: 29 Mei 2015

Kegiatan:
1 hari sebelum melakukan bakti sosial ke Panti Asuhan Putra Nusa, kami melakukan kontak terlebih dahulu. Kami meminta izin untuk dapat melakukan kegiatan bersama anak- anak, namun anak-anak tersebut baru pulang sekolah dan sholat jum'at setelah jam 1 siang.
Keesokan harinya, kami berbelanja sembako dan alat tulis yang selanjutnya akan disumbangkan ke panti asuhan.

Sekitar jam 12 pada hari jum'at akhirnya kami sampai di Panti Asuhan Putra Nusa. Kelompok kami dibagi menjadi 2, ada yang membeli alat tulis ada yang membeli sembako maka kami tidak datang bersamaan.

Setelah kami semua berkumpul di ruang administrasi, maka kami kembali meminta izin kepada petugas yang ada disana untuk melaksanakan kegiatan, namun anak- anak yang ada disana masih belum ramai dan ada yang masih makan. Maka Kami menunggu dan diajak berkeliling oleh salah satu pengurus disana. Kami diajak untuk melihat- lihat kondisi kamar dari anak- anak, tersebut.




Suasana masih sangat sepi karena masih banyak yang belum kembali. Setelah beberapa lama kami menunggu, terdapat beberapa anak- anak yang masih duduk di bangku sd di dalam suatu ruangan yang nampaknya merupakan ruangan bermain, karena terdapat beberapa unit komputer, alat musik dan rak buku disana. Anak- anak tersebut pada awalnya ingin kami ajak untuk belajar menggambar, berkenalan dan mengadakan lomba kecil-kecilan, namun karena usia mereka yang masih kecil, mereka masih sulit diatur. Kami sudah menawarkan untuk bermain dengan mereka, namun nampaknya mereka lebih memilih untuk bermain komputer. Ada beberapa anak yang kesulitan untuk menyalakan komputer atau mencolokkan mouse, maka kami ikut membantu mereka. Karena mereka tidak mau diajak bermain atau belajar, maka kami ikut menemani mereka bermain sekaligus merasakan bagaimana suasana di panti asuhan.


 Ternyata mereka tidak berbeda dengan anak- anak yang lain, meskipun mereka tidak dididik dalam lingkungan keluarga pada umumnya. Selanjutnya stelah beberapa lama menemani mereka, kami mebagikan makanan ringan kepada mereka dan berpamitan kepada pengurus panti asuhan.

Analisa diri:
setelah melakukan kunjungan ke panti asuhan putra nusa, saya menjadi ikut larut dalam suasana panti asuhan. Di sana tertulis jadwal bersih- bersih yang sangat disiplin, kamar mereka juga selalu bersih dan rapi karena sewaktu- waktu banyak donatur yang akan berkunjung. Ini membuat saya kagum dan sadar akan bertapa pentingnya kebersihan, apalagi jika kita hidup berdampingan dengan orang lain.

Nilai Pancasila yang diterapkan:
Sila ke 5: Setiap orang harus mendapatkan perlakuan yang adil. pada panti asuhan ini, dengan menyumbangkan sembako dan alat tulis kami telah membantu pihak panti asuhan untuk melakukan keadilan terhadap mereka yang membutuhkannya. Meskipun mereka anak yatim, piatu, yatim piatu dan terlantar, mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan formal maupun pendidikan moral.

Saran dan masukan kepada lembaga:
Saran saya agar yayasan putra nusa dapat menampung lebih banyak anak lagi, karena diluar sana masih banyak anak terlantar yang membutuhkan bantuan. Jangan sampai masa depan mereka hancur karena tidak mendapat pendidikan dan tempat tinggal yang layak.

Pendapat/pesan/kesan:
Saya sangat terkesan dengan kehidupan panti asuhan yang ceria dan disiplin. Meskipun gedung panti asuhan ini sudah lumayan tua, namun suasananya sangat nyaman dengan banyak ruang terbuka. Kamarnya juga rapi meskipun ditinggali banyak orang. Orang- orang yang datang kesini pun sangat ramah dengan kehadiran kami, entah itu donatur maupun pengurus. Ketika lewat dan melihat kegiatan kami, mereka tersenyum dan kami juga menyapa mereka.

sekian laporan kegiatan dari kami, kami sangat senang dapat membantu dan ikut merasakan suasana di panti asuhan.

Wednesday, April 8, 2015

Pengetikan Ulang Buku untuk tunanetra

Halo! ini adalah laporan kegiatan Pengetikan Buku untuk Tunanetra yang merupakan 1 dari 3 acara DV SOS 2015.
Tanggal: 5 April 2015
Pukul : 08:00-17:00
Tempat : Yayasan Buddha Tsu Chi Pantai Indah Kapuk, Jakarta

Kegiatan apa ini?
Jadi disini ada sekitar 800 volunteer yang membawa laptop mereka masing- masing untuk mengetik ulang buku untuk tunanetra, buku yang sudah diketik tinggal di convert ke huruf braile. Kebetulan saya mendapat bagian pengetikan buku Supernova: Akar pada halaman 246-258.

Ternyata buku ini adalah karangan Dee Lestari, pengarang terkenal yang juga mengarang novel perahu kertas dan filosofi kopi. Beberapa bukunya sudah diadaptasi ke layar lebar dan Supernova adalah salah satu novel tersuksesnya. Supernova: Akar adalah buku yang cukup kompleks, meskipun saya hanya membaca sedikit cuplikannya. Bahasa nya yang dalam harus diresapi dalam- dalam agar bisa mengerti dan ini merupakan sebuah hal yang mengesankan, karena buku ini akan dibaca oleh penyandang tunanetra. Di dalamnya terdapat pengetahuan- pengetahuan yang kompleks dan luas, sehingga dapat menambah wawasan pembaca.

Mengapa mengikuti kegiatan ini?
Ini adalah kegiatan yang luar biasa, volunteer nya berjumlah 800 (sebelumnya ada 1100 yang mendaftar), saya merasa tergerak untuk ikut dalam hegemoni para volunteer untuk ikut "menyumbang pengelihatan" kepada mereka yang membutuhkan.

Pembelajaran apa yang didapatkan dari kegiatan ini?
Disini kita ditunjukkan beberapa video tentang semangat para penyandang tunanetra untuk mewujudkan cita- cita masing- masing. Dengan segala keterbatasan mereka, saya melihat semangat ada di dalam diri mereka, sementara kita yang memiliki indera yang utuh malah menjalani hari dengan lesu. Hal ini membuat saya mengintrospeksi diri dan mereka menjadi inspirasi saya untuk menyalakan kembali semangat hidup saya.

Motivasi apa yang dapat diberikan kepada teman-teman yang tunanetra dan juga aktivis-
aktivis sosial untuk tunatera?
Dengan kegiatan ini, saya yakin saya bersama 800 volunteer dan koordinator lain dapat meyakinkan para penyandang tunanetra bahwa kita semua peduli dengan mereka, sehingga meskipun pengelihatan mereka gelap, kita para volunteer selalu berusaha membuat pikiran mereka menjadi terang.
Begitu pula dengan aktivis-aktivis sosial untuk tunanetra, kami menunjukkan bahwa masih banyak orang yang perduli terhadap penyandang tunanetra dan mereka para aktivis tidak sendirian dalam memberikan cahaya kepada teman- teman tunanetra.

Rangkaian Acara

volunteer berkumpul di kampus binus anggrek pada bukul 06:30 untuk menunggu Bus. Setelah sekitar pukul 8:00, kami sampai di yayasan Buddha Tsu Chi PIK dan menuju ke loket untuk pendaftaran ulang, lalu ke aula untuk mengikuti serangkaian acara.

Pertunjukkan:
Sebelum dan sesudah acara pengetikan buku, dilaksanakan kata sambutan dari ketua DV SOS, KMBD, Pemda, Yayasan Tzu Chi dan beberapa pertunjukkan, baik dari pihak yayasan budha Tsu Chi maupun dari para penyandang tunanetra

Pertunjukkan dari yayasan Buddha Tsu Chi
 Paduan suara dari para penyandang tunanetra

 Pertunjukkan musik oleh para penyandang tunanetra
 Ia menunjukkan skill bermain biola yang sangat mumpuni

 Mereka berdua menyanyikan lagu "Andaikan kau datang kembali" dari Koes Plus dengan sangat indah
 Pria ini menyanyikan lagu dengan sangat merdu, diinringi dengan alat musik organ


Setelah beberapa pertunjukkan, akhirnya acara pengetikkan dimulai. Pengetikan dilaksanakan dari sekitar pukul 10:30 hingga pukul 12:30, kemudian volunteer diarahkan untuk ke ruang basement untuk break sejenak, kemudian kembali lagi ke ruang aula sekitar pukul 13:00 untuk kemudian melanjutkan pengetikan kembali hingga sekitar pukul 15:30.

Setelah acara pengetikan selesai, pertunjukkan kembali dilanjutkan. Kemudian ada pula pembicara tuna netra yang membagikan kisahnya bernama Sofyan. Meskipun penyakitnya belum bisa sembuh benar, namun hingga sekarang ia bisa menjalani kehidupan yang normal akibat bantuan pengobatan dan rumah dari yayasan Buddha Tsu Chi. Kini ia sudah menikah dan melanjutkan pendidikan S1, sekarang sudah semester 8.

Setelah semua acara selesai, saya kembali ke kampus Binus Anggrek menggunakan bus.
nama: Kevin
Nim: 1801403910
E-mail: kevinxip6@gmail.com


Community partner: